Big Match awal tahun

Posted: January 10, 2011 in Arema Indonesia, ISL, Persija Jakarta

Partai big match pertama ISL di tahun 2011 mempertemukan Persija Jakarta dengan Arema Indonesia. Kedua tim memiliki poin sama di klasemen, Persija bermain dengan 4-4-2  sedangkan Arema 4-2-3-1. Persija memilih untuk mengistirahatkan Nasuha dan BP dan memainkan Leo Saputra serta Agu Casmir, sedangkan Arema membuat perubahan dengan Roman Chmelo digeser ke sayap kiri dan Esteban Guillen di posisi gelandang serang. Pertandingan berjalan dengan kedua tim bermain sangat hati2, sepuluh menit pertama kedua tim sama2 memperoleh peluang gol melalui tendangan pojok (Precious dan Njanka, keduanya hampir mencetak gol melalui heading).

4-2-1-3 vs 4-3-2-1
Di kubu Arema, Esteban terlihat kurang nyaman di posisi gelandang serang dan baru mulai terlibat dalam permainan di menit 19 ketika dia turun ke garis tengah serta mengubah formasi Arema menjadi 4-2-1-3. Dengan mundurnya Esteban di lini tengah maka Arema mampu fokus untuk menyerang sisi kiri Persija karena kecenderungan Greg Nwokolo yang bermain jauh di depan dan meninggalkan Leo Saputra sendirian di sisi kiri pertahanan Persija. Perubahan ini hampir membuahkan hasil, di menit 25 terjadi pelanggaran di sisi kiri pertahanan Persija yang menghasilkan tendangan bebas bagi Arema dan Noh Alam Syah hampir mencetak gol melalui heading jika saja bola tidak membentur tiang gawang. Melihat situasi ini Rahmad Darmawan segera mengubah formasi Persija menjadi 4-3-2-1 dengan Greg digeser ke kanan dan Aliyudin mengisi sayap kiri, sementara Toni Sucipto ditugaskan untuk membantu Leo Saputra di sisi kiri Persija. Strategi ini membuahkan hasil, 5 menit terakhir babak pertama Persija memfokuskan serangan pada sisi kiri tengah pertahanan Arema (posisi Njanka). Peluang pertama melalui tembakan Syamsul Chaerudin yang membentur tiang gawang, lalu tembakan Agu casmir yang berhasil di tepis Kurnia Meiga, tembakan dari luar kotak penalti Ismed Sofyan dan akhirnya ketika Greg Nwokolo lolos dari jebakan offside dan sukses mencetak gol.

Fresh pace
Di babak ke dua Arema melakukan pergantian pemain, Dendi Santoso masuk menggantikan Juan Revi sehingga Arema kembali ke formasi semula 4-2-3-1 dengan Roman kembali ke posisi second striker dan Dendi bermain di sayap kiri. Dalam tempo 5 menit, 4 serangan Arema dari sayap kiri bisa mencapai final third tapi masih belum bisa menjadi gol. Rahmad Darmawan pun segera mengganti M. Ilham dengan M. Nasuha untuk membantu menutup pergerakan Dendi. Terfokusnya permainan di sisi kanan Persija membuat Roman melihat celah di sisi kiri Persija dan satu tembakannya hampir saja berbuah gol bagi Arema.

Kurang konsentrasi
Terlalu asyik menyerang, Arema malah kecolongan gol karena kurangnya konsentrasi barisan pertahanan. Agu Casmir yang bebas dari penjagaan melihat ruang kosong di antara Njanka dan Benny Wahyudi dan throw in segera ditujukan di posisi itu, dan gol pun tercipta. Arema segera merespon balik dan Njanka lebih terlibat dalam penyerangan. Gol Arema berawal dari pergerakan Njanka yang dilanggar dan membuahkan tendangan bebas. Tendangan bebas Esteban mampu di heading dengan baik oleh Roman Chmelo yang lepas dari pengawalan, lagi-lagi di sisi kiri pertahanan Persija. Sisa dua puluh menit pertandingan kedua tim melakukan pergantian pemain, di sisi Arema Leo Tupamahu dan T.A. Musafry masuk menggantikan Purwaka Yudhi dan M. Ridhuan, sedangkan di sisi Persija BP masuk menggantikan Aliyudin dan pertandingan menjadi 4-4-2 melawan 4-2-4/3-3-4 (kecenderungan Njanka yang maju hingga garis tengah membuat Arema bermain dgn 3 bek hingga akhir pertandingan). Persija tetap mampu mengendalikan pertandingan bahkan hampir menambah dua gol melalui BP dan Greg Nwokolo, namun sampai akhir pertandingan skor tetap 2-1.

Kesimpulan
Pertandingan kedua tim cukup imbang, namun Rahmad Darmawan lebih tanggap pada kelemahan timnya dan mampu memfokuskan timnya untuk mengincar titik kelemahan Arema.

Permainan Arema terlambat panas, mungkin faktor Bustomi yang masih kelelahan pasca piala AFF. Miroslav Janu mungkin perlu mengevaluasi peran Njanka yang terlalu gemar maju membantu serangan serta melakukan hal-hal tidak perlu di daerah pertahanan sendiri karena posisinya sebagai pemain paling senior juga sebagai kapten tim. Dua gol Persija dicetak dari posisi Njanka.

Advertisements
Comments
  1. […] This post was mentioned on Twitter by NengBiker, NengBiker. NengBiker said: baru kali ini berhasil baca berita bola… https://utakatiktaktik.wordpress.com/2011/01/10/big-match-awal-tahun/ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s